Dalam menyikapi relationship tersebut, langkah-langkah yang dianjurkan Dr. Elvine Gunawan agar seseorang bisa keluar (healing) dari attachment style yang mungkin didapatkan dari up bringing yaitu sebagai berikut:
1. Memiliki Keinginan Berubah yang Kuat
Dalam istilah berubah, psikiater yang menjadi tamu tersebut mengatakan bahwa orang harus memiliki keinginan mau berubah. Karena seseorang tidak akan bisa mengubah orang yang tidak mau berubah.
Sehingga anak yang ingin berubah, harus melatih rasa tidak nyaman yang mungkin tidak ingin dilakukan. Jadi harus dinilai dulu orangnya mau atau enggak, kesadaran diri dulu.
2. Rutin Membuat Journaling
Biasanya dr. Elvine Gunawan akan meminta pasien untuk journaling dan menulis setiap momen kehidupan yang berhasil membuat emosi dan pikiran pasien ngak baik-baik aja.
Hal ini dilakukan agar klien tersebut dapat menemukan jawaban-jawaban valid atas apa yang dirasakannya melalui journaling yang ditulisnya.
Baca Juga: Sebut Edward Akbar Pria Mokondo, Ibunda Kimberly Ryder Labrak Mantan Menantunya di Notaris
Adapun pendapat lain menghadapi toxic parenting menurut psikolog klinis yaitu, Analisa Widyaningrum dalam akun Youtube @analisachannel, antara lain :
1. Terima bahwa orang tua memberikan pola asuh yang keliru. Dan maafkan kondisi toxic parenting ini serta tegas menentukan sikap.
2. Memilah kata-kata yang akan diinternalisasi menjadi label-label diri.
3. Berlatih mengkomunikasikan toxic parenting ini dengan orang tua tanpa menyinggung perasaan mereka.
4. Sadari bahwa kita punya kendali utuh atas hidup kita, bukan dikendalikan oleh orang lain, meskipun itu orang tua. Kalau pun belum ada kesempatan untuk mengkomunikasikan sesuatu secara asertif, beri jeda terlebih dahulu untuk menenangkan diri.
Dari semua tips di atas, pada intinya psikolog klinis ini menyarankan untuk mencari bantuan apabila seseorang sudah tidak tahan lagi dengan kondisi yang sedang dialaminya.***