SketsaNusantara.id - Media sosial belakangan ini diramaikan oleh beredarnya konten S Line yang diadaptasi dari drakor (drama korea) berjudul sama dan berkonotasi negatif karena dianggap "mengumbar aib".
Namun, di tangan kreatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), tren ini justru diubah menjadi konten positif yang menginspirasi.
Melalui akun Instagram resminya, Unmuh Jember mengunggah video yang menggambarkan perjuangan mahasiswa tingkat akhir yang tengah berkutat dengan skripsi.
Dalam video tersebut digambarkan beberapa mahasiswa memiliki garis merah di atas kepala yang menunjukkan beberapa kali mereka melakukan bimbingan skripsi hingga akhirnya bisa lulus kuliah.
"Mahasiswa ini bisa tahu berapa kali orang bimbingan skripsi, melihat dari garis merah di atas. S Line = Skripsi Line. Kalian udah punya berapa garis skripsi?" tulis akun Instagram @unmuhjember_ofc, dikutip SketsaNusantara.id dari postingan yang diunggah pada hari Selasa, 22 Juli 2025.
Adegan dalam video pun relatable dan terasa relevan dengan realita mahasiswa semester akhir.
Terlihat dalam video, salah seorang mahasiswa menunduk dengan banyak garis merah di atas kepala. Meski lelah, mahasiswa tersebut tetap semangat berangkat ke kampus meski berulang kali harus menemui dosen pembimbing untuk membahas skripsinya.
Ada pula mahasiswa yang baru punya 2 garis merah di atas kepala yang masih semangat mengikuti bimbingan skripsi.
Di sisi lain, ada salah satu mahasiswi yang mengenakan kacamata, bisa melihat garis skripsi line teman-temannya dan memberikan semangat.
Video tersebut seketika viral, mencuri perhatian publik dan mendapat respon positif. Banyak warganet yang mengapresiasi ide kreatif ini yang berhasil membalikkan tren negatif menjadi pesan sebagai penyemangat untuk mahasiswa semester akhir.
Bahkan, tak sedikit yang menyebut konten "skripsi line" ini jauh lebih "horor" daripada drakor aslinya.