Dalam pernyataannya, Iris Wullur bahkan sampai menyampaikan bahwa apabila tudingan ini terus menerus berlanjut, ia tidak akan segan untuk mulai menempuh jalur hukum guna melindungi hak serta nama baiknya.
“Saya meminta semua pihak berhenti menyebarkan isu-isu ini yang tidak benar. Karena menurut saya ini sudah merugikan banyak orang dan merugikan saya juga. Kalau ini dilakukan terus menerus saya akan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum. Gunanya untuk hak saya dan nama baik saya,” tutur Iris dengan nada serius.
Selain itu, Iris juga berharap kepada para media dan juga publik agar bisa menyikapi kabar ini dengan bijak, tanpa menciptakan asumsi-asumsi yang tidak berdasar.
Ia juga berharap serta meminta kepada berbagai pihak agar informasi yang telah ia sampaikan ini untuk bisa disampaikan secara jernih dan objektif.
Baca Juga: Siapa Arif Purnama Oktora? Pejabat Kepolisian yang DIduga Berselingkuh Dengan Iris Wullur
“Saya mohon teman-teman media bisa menyampaikan informasi ini dengan jernih tanpa asumsi-asumsi apapun,” tambahnya di akhir video.
Isu perselingkuhan ini mulai menjadi sorotan publik setelah tersebarnya sebuah foto yang diduga menunjukkan Arif Purnama sedang merangkul Iris Wullur.
Tersebarnya foto tersebut kemudian berhasil memicu munculnya spekulasi publik yang kemudian menjadi pemantik rumor soal perselingkuhan ini.
Namun, Iris menegaskan bahwa narasi yang dibangun dari foto tersebut sangat keliru dan tidak sesuai dengan fakta.
Dalam video klarifikasi tersebut pun, Iris Wullur juga menyampaikan bahwa gosip tersebut telah berdampak pada ranah pribadinya, termasuk anak-anak serta mencoreng nama baik institusi yang turut terseret dalam isu tersebut.
“Kali ini berbeda karena sudah mengganggu keluarga saya dan anak-anak saya. Apalagi menyangkut ke instansi-instansi negara yang saya hormati,” pungkas Iris.
Dengan nada yang cukup emosional namun tetap tenang, Iris menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam jika penyebaran fitnah ini terus berlangsung.
Ia kapanpun akan siap untuk mengambil tindakan hukum sebagai bentuk perlindungan terhadap dirinya sendiri dan orang-orang terdekatnya apabila kasus ini terus memunculkan berbagai spekulasi liar lainnya.***