Dalam video tersebut, Natasha bahkan mengungkapkan kekesalannya ketika mendengar bahwa sang ayah dari anaknya pernah membeli buku bajakan.
“Parah banget, malu-maluin beneran. Ayah itu beli... Wah La Haula, serius?... Wah, ngaco sih. Ntar ibu marahin ayah kamu,” ujarnya dengan kesal.
Pernyataan ini mencerminkan kekesalan yang nyata terhadap minimnya kesadaran masyarakat, bahkan dari lingkungan terdekat, tentang pentingnya menghargai hasil karya tulis.
Natasha tidak hanya memberikan reaksi emosional, tetapi juga menanamkan pemahaman penting kepada anak-anaknya maupun penonton lain bahwa buku bukan hanya produk fisik, melainkan juga hasil jerih payah intelektual.
“Ibu beli Harry Potter buku buat kalian gak pernah kawe loh,” katanya, menekankan pentingnya membiasakan diri untuk membeli buku asli sejak dini.
Dengan memberikan contoh nyata bahwa dirinya sendiri membeli buku original untuk anak-anaknya, Natasha berusaha menjadi role model dan menyebarkan nilai-nilai edukatif kepada publik.
Video siaran langsung tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan terhadap pernyataan Natasha, mengapresiasi sikapnya yang berani menyuarakan hal sensitif seperti pembajakan.
Komentar-komentar dalam live streaming juga menunjukkan kesadaran sebagian audiens terhadap isu ini.
“Aku mau beli buku yang ori tapi mau yang ada ttdnyaaa," tulis akun @bismillahfirst.
Komentar ini memperlihatkan bahwa meski masih banyak yang tergoda harga murah, ada pula yang mulai sadar akan pentingnya membeli buku resmi.
Fenomena pembajakan buku tidak hanya merugikan penulis, tetapi juga ekosistem penerbitan secara keseluruhan. Rendahnya harga dari buku bajakan menurunkan daya jual buku asli dan memperlemah semangat para penulis untuk berkarya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini