“Ibu pernah ngomong sama kakakku kalau mukaku nih benar-benar mirip sekali sama ibu kandung, dia melampiaskan kemarahannya padaku,” ungkap Farel yang tak pernah bertemu sang ibu kandung selama 14 tahun hidupnya.
Baru-baru ini Farel berhasil menjalin komunikasi telepon dengan ibu kandungnya.
Ia mengaku nama aslinya “Langgeng Prayoga” dan ibunya mengaku tidak menyadari bahwa Farel adalah anak dari pernikahan siri sang ayah.
Ibu kandungnya kini tinggal di Banyuwangi dan bekerja serabutan, belum ada pertemuan tatap muka karena waktu dan kesiapan emosional masih menjadi kendala.
Uang dari manggung dan sponsor yang konon mencapai miliaran rupiah ternyata digunakan oleh keluarga, dibelikan kuda untuk kakaknya, tanah, dan lainnya.
Saldo Farel kini tersisa hanya puluhan ribu rupiah. Semua pendapatan awalnya ia serahkan ke orang tua tanpa didampingi pengelolaan profesional, hingga akhirnya uang habis tanpa pertanggungjawaban.
Farel kini tinggal bersama manajer baru di Jakarta, yang membantu mengatur kehidupannya termasuk pendidikan.
Ia merasa bisa menyusun semangat kembali untuk berkarya. Manajernya ini juga yang mendorongnya berkomunikasi dengan ibu kandung dan memberi ruang bagi Farel memulai “lembaran baru”.
Ayah Farel sendiri ditangkap karena kasus judi online. Farel juga sempat mengunjungi ayahnya di penjara dan menyaksikan air mukanya.
“Biar bapak jera dan sehat-sehat di sana.” Meski kecewa, ia tetap memiliki rasa sayang yang dalam kepada sosok ayahnya.
Farel menciptakan keputusan tegas untuk mengakhiri hubungan yang merugikan dan fokus pada hidupnya sendiri. Ia bertekad untuk terus berkarya, tak peduli viral atau tidak.
“Aku tetap keluarin karya,” ujarnya. Ia merencanakan masa depan sebagai sosok mandiri dan mungkin menjadi figur yang memberi inspirasi, berbeda dari pola keluarga sebelumnya.***