showbiz

Dulu Viral Nyanyikan Lagu Ojo Dibandingke, Farel Prayoga Blak-blakan Soal Luka yang Dialami Selama Ini

Jumat, 18 Juli 2025 | 21:15 WIB
Farel Prayoga dalam sesi Curhat bersama Denny Sumargo, menyuarakan keberanian dan keikhlasan memulai lembaran hidup baru dengan kepala tegak dan mata menatap masa depan (Tangkapan layar Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo)

 

 

SketsaNusantara.id – Podcast Curhat Bang bersama Denny Sumargo menyoroti kisah pilu bocah viral asal Banyuwangi, Farel Prayoga.

Dalam episode terbaru, Farel membuka tabir kehidupannya penuh luka, mulai dari ngamen sejak kanak‑kanak, korban kekerasan dari ibu tiri, hingga kenyataan pahit uang miliaran habis di tangan keluarga.

Farel Prayoga pertama kali mencuri perhatian publik saat menyanyikan lagu “Ojo Dibandingke” di hadapan Presiden Joko Widodo dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2022.

Baca Juga: Kisah Sedih Farel Prayoga, Pernah Disiksa Ibu Tiri hingga Uang Hasil Manggung Disalahgunakan Keluarga, Ketegarannya Bikin Warganet Nyesek

Suaranya yang khas dan pembawaannya yang polos membuat namanya viral seketika, bahkan ia sempat tampil di berbagai acara televisi hingga menerima banyak undangan manggung.

Namun, di balik sorotan itu, Farel menyimpan kisah pilu yang baru-baru ini ia ungkap.

Dilansir SketsaNusantara.id dari tayangan Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Farel menceritakan sejak usia delapan tahun ia sudah diminta mengamen demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Awalnya niatnya baik, tapi kemudian permintaan tersebut menjadi beban bagi bocah kelahiran Banyuwangi, 8 Agustus 2010 itu.

Baca Juga: Kisah Farel Prayoga Hadapi Ayahnya yang Ditangkap karena Taruhan Online, Dari Rasa Terpukul hingga Memaafkan Sepenuh Hati

“Kalau tidak mengamen ya tidak makan atau bayar utang” tegas Farel.

Tindakan keras seperti diusir dari rumah dan dilarang tidur bahkan dilakukan oleh ibu tirinya.

Farel mengungkap, sang ibu tiri sering mencemooh kemiripannya dengan ibu kandungnya hingga kekerasan fisik pun terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini