Sebagai orang tua, seharusnya mereka bisa lebih bijak dalam menyikapi perbedaan tanpa menjadikan anak-anak sebagai korban.
Status mereka sebagai public figure membuat setiap konflik mudah menjadi konsumsi publik.
Lita memperingatkan bahwa jika tidak dihentikan, perseteruan ini bisa memicu konflik berkepanjangan yang merugikan semua pihak, terutama Safeea dan Ali.
"Dengan terus menyerang Maia, Anda hanya memperkeruh suasana. Berhentilah. Jangan lagi mengklarifikasi atau membuat konten yang membuka luka lama," tegas Lita.
Ia menekankan bahwa jika Dhani benar-benar menyayangi anak-anaknya, cara terbaik adalah menghentikan polemik di media sosial.
Anak-anak yang tumbuh di tengah konflik orang tua rentan mengalami gangguan mental seperti kecemasan dan trauma.
Jejak digital yang tersebar luas juga memungkinkan mereka terus diingatkan pada konflik tersebut di masa depan.
Solusi terbaik, menurut Dr. Lita, adalah menyudahi pertikaian dan fokus pada komunikasi yang sehat.
Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara tertutup atau dengan bantuan profesional.
Dukungan positif justru lebih dibutuhkan agar anak-anak mereka bisa tumbuh dalam lingkungan yang lebih stabil.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!