SketsaNusantara.id - Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan bukan karena karyanya, melainkan setelah menyebut Maia Estianty sebagai tukang fitnah.
Pernyataan ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk psikolog yang menilai konflik terbuka seperti ini berpotensi merugikan kondisi psikologis anak-anak mereka.
Menurut psikolog Lita Gading, perseteruan yang terus dipublikasikan, apalagi disertai tuduhan negatif, hanya akan memperburuk situasi.
Ia menyarankan agar Dhani dan Maia menyelesaikan masalah secara privat tanpa melibatkan media sosial.
Hal yang dilontarkan berulang kali ini dinilai dapat meninggalkan luka emosional pada anak-anak mereka, terutama yang sudah dewasa dan aktif di dunia entertainment.
Dhani mengaku terganggu dengan pernyataan Maia yang menurutnya menghina keluarga barunya, termasuk Mulan Jameela dan anak-anak mereka, Ali dan Safeea.
Baca Juga: Drama Tak Berujung, Ahmad Dhani Kembali Buka Suara soal Tuduhan KDRT Maia
Sebagai bentuk pembelaan, langkah ini justru dikritik oleh Lita Gading.
"Menurut saya, tidak perlu lagi membuka masa lalu. Jejak digital tidak akan hilang, sekalipun berusaha dibersihkan," ujar Lita melalui Instagram @lita.gading.
Ia menegaskan bahwa tindakan Dhani justru kontraproduktif jika tujuannya melindungi anak-anak.
Alih-alih melindungi, konflik yang terus dipicu hanya akan menciptakan luka yang lebih dalam.
"Anda seperti menggali lubang di hati anak-anak sendiri," tambahnya.