Apalagi saat ini sudah banyak korban yang tak hanya dari kalangan publik figur, namun juga masyarakat biasa.
Jadi, Nirina menganggap ketertundaan ini akan menyebabkan semakin banyak korban dari waktu ke waktu jika tidak segera diselesaikan.
Baginya, perjuangannya saat ini sangat membutuhkan peran dari pemerintah supaya masalah dapat diusut sampai tuntas.
"Jadi sekarang kami menuntut untuk pemerintah ayo berantas mafia tanah, let's go apa yang harus kita lakukan, "ujar wanita 45 tahun itu.
"Tolong bimbing kami, tolong kasih tahu seperti apa penyelesaiannya, dan tolong diselesaikan secara tuntas," ungkapnya lagi.
Masih di kesempatan yang sama, Nirina juga mengaku sangat lelah karena harus terus menjalani kasus sengketa tanah ini.
Lebih-lebih lagi persoalan tersebut seperti berjalan di lorong yang tidak tahu ujungnya ada dimana maupun entah sampai kapan.
Meskipun demikian, ibu dari dua anak ini akan terus memperjuangkan hak tanah miliknya yang kini dijadikan sengketa oleh para mafia tanah itu.
Nirina Zubir hanya berharap kepada pengadilan agar bisa menyelesaikan kasus ini, serta tak ada tuntutan lagi.
"Sampai sekarang pokoknya kami masih tetap berusaha. Sebenarnya harapan kami cuman satu aja, udah ketok palu tidak ada lagi yang menuntut, selesai," pungkas Nirina.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini