showbiz

Film Nusantara Menangkan AI Film Awards Cannes 2025 Lewat Tokoh Gajah Mada, Helmy Yahya Ungkap Kesulitan Saat Menghidupkan Tokoh Sumpah Palapa

Jumat, 20 Juni 2025 | 17:25 WIB
Penggambaran sosok Gajah Mada di AI film Nusantara (X @indonesiaproud)

Mereka kemudian bekerja sama dengan sejarawan dan arkeolog untuk mendapatkan gambaran paling akurat tentang penampilannya, gestur, bahkan potensi ekspresi wajahnya berdasarkan konteks zamannya.

Sebagai produser Indra Yudhistira mengungkapkan bahwa ia menghadapi beberapa kesulitan dalam merekonstruksi wajah dan bentuk tubuh Gajah Mada.

Untuk itu tim harus menggunakan deskripsi tekstual dan analisis antropologi dari artefak terkait era Majapahit untuk melatih AI dalam menghasilkan citra yang paling mendekati. 

"Kami ingin Gajah Mada terlihat gagah dan berwibawa, seperti yang digambarkan dalam sejarah, tanpa membuatnya jadi karakter fiksi semata," jelas Indra.

Baca Juga: Film 'Jumbo' Tembus 10 Juta Penonton, Lagu 'Selalu Ada di Nadimu' Tak Kalah Melejit!

Meski diakui masih banyak gerakan-gerakan beberapa tokoh yang kurang 'human' dan masih seperti robot namun hal itu terus diperbaiki dan membuat tim cukup puas.

"Tapi ini one of the best sih, kita berhasil recreat," tambahnya.

Untuk mendukung penggambaran sosok Gajah Mada, Indra menyebutkan bahwa mereka hatus mampu menghadirkan gerakan yang alami dan mimik wajah yang sesuai dengan emosi dalam konteks sejarah yang disesuaikan dengan perkiraan gaya hidup etika zaman Majapahit.

Dalam pembuatan AI short movie Gajah Mada ini, Helmy dan Indra menekankan pentingnya menjaga integritas sejarah. 

"Kami tidak ingin memanipulasi sejarah. AI digunakan sebagai alat untuk memvisualisasikan, bukan untuk mengubah fakta," tegas Helmy.

Untuk itu setiap adegan yang menampilkan Gajah Mada harus didukung oleh sumber sejarah yang kuat, meskipun visualnya dihasilkan AI.

Untuk itu tim harus memastikan bahwa setiap perkataan atau tindakan Gajah Mada dalam film memiliki dasar historis, bukan sekadar fiksi AI.

Meski disebut cukup mengejutkan dengan menyabet penghargaan tersebut, Helmy Yahya dan Indra Yudhistira mengaku bangga dengan hasil akhirnya. 

Mereka menilai meskipun sulit, menghidupkan Gajah Mada dengan AI adalah sebuah terobosan dan hal ini menurut mereka mampu membuka pintu melihat kembali sejarah dengan cara yang lebih imersif dan menarik bagi generasi baru.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Tags

Terkini