"Betul. Saya kira kalau Maia enggak hadir, ya mungkin ada kesepakatan sebelumnya. Tapi saya kira ya acara ini nggak bisa memberikan suatu keberkahan, karena (Mulan) itu bukan ibu kandung dari Al," tutur Prapto dikutip dari video yang diunggah di kanal YouTube Cumi Cumi.
Prapto memahami adanya kesepakatan dan jadwal lain yang tidak bisa ditinggalkan Maia untuk menemani sang suami ke luar negeri.
Namun, mengingat ngunduh mantu ini merupakan acara sakral dan Al adalah anak pertama, maka sudah sepantasnya Maia dihadirkan dalam acara tersebut.
"Seperti sudah diberi kesempatan Maia untuk hadir, dan itu harus (tidak bisa digantikan)," kata Prapto.
"Secara spiritual memang harus ibu kandung yang hadir, apalagi ini mengantarkan anak pertama sebelum berumah tangga. Jadi saya kira nggak bisa kalau diganti ibu yang lain, nggak bisa begitu," imbuhnya.
Dalam prosesi adat ngunduh mantu, ibu kandung berperan dalam menyambut kedatangan pengantin wanita hingga memberikan nasihat rumah tangga sebagai simbol penerimaan dalam keluarga besar dari pihak pria.
Namun, ada pendapat lain yang menyebut adat Jawa juga fleksibel terhadap dinamika keluarga modern, mengingat adanya situasi tak terduga yang terjadi seperti perceraian dalam rumah tangga.
Dalam situasi tertentu, seperti perceraian atau hubungan keluarga yang renggang, peran ibu kandung bisa digantikan oleh ibu sambung atau anggota keluarga lain. Misalnya seperti nenek atau tante, asalkan tetap menjalankan fungsi simbolis penerimaan menantu.
Kehadiran Mulan Jameela, sebagai istri Ahmad Dhani dan ibu sambung Al, dianggap sudah cukup mewakili pihak pria dalam acara ngunduh mantu.
Terlebih, sebelumnya acara akad nikah juga dihadiri keluarga lengkap termasuk Maia Estianty dan Irwan Mussry.
Berbeda dengan Ahmad Dhani, keluarga dari pihak Alyssa Daguise kompak tak melewatkan serangkaian acara mulai dari siraman hingga ngunduh mantu. Padahal orang tua Alyssa juga diketahui sudah bercerai 17 tahun lalu.
Namun, absennya Maia ini seharusnya bisa dimaklumi dan dianggap sesuai dengan adat Jawa dalam konteks modern. Psikolog Tika Bisono menilai keputusan Maia untuk tidak hadir patut dihargai.