SketsaNusantara.id - Acara ngunduh mantu Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang digelar megah di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) pada hari Kamis, 19 Juni 2025, masih santer jadi perbincangan publik.
Sorotan tajam tertuju pada kehadiran Mulan Jameela. Istri kedua Ahmad Dhani yang merupakan ibu sambung Al Ghazali menggantikan posisi Maia Estianty di acara ngunduh mantu.
Maia Estianty sebelumnya sudah mengumumkan dalam akun Instagram pribadinya, bahwa ia harus kembali bertolak ke Eropa untuk menemani sang suami terkait urusan pekerjaan.
Ramai publik mengkritik ketidakhadiran Maia dalam acara ngunduh mantu, mengingat ini adalah acara keluarga inti dari mempelai pria.
Budayawan Jawa juga mengkritik absennya Maia Estianty dalam acara ngunduh mantu, dan dianggap acara ini tidak lengkap tanpa kehadiran ibu kandung.
Hal ini memunculkan pertanyaan publik. Menurut adat Jawa, benarkah ibu kandung seperti Maia Estianty seharusnya hadir dalam acara ngunduh mantu? Kehadiran Mulan Jameela sebagai ibu sambung apakah sudah sesuai dengan tradisi ini?
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ngunduh mantu merupakan tradisi pernikahan dalam masyarakat Jawa yang diselenggarakan oleh keluarga pria.
Acara ini digelar dengan tujuan untuk menerima menantu sekligus mengenalkan pengantin perempuan ke dalam lingkungan keluarga besar dari pihak laki-laki.
Ngunduh mantu melibatkan keluarga inti dari pihak pria, termasuk ayah, ibu, dan kerabat dekat, sebagai simbol penerimaan menantu dalam ikatan kekerabatan.
Menurut adat Jawa, ibu kandung memainkan peran penting dalam acara ngunduh mantu mengingat sosoknya sebagai orang tua inti yang memberikan restu dalam penerimaan menantu wanita.
Budayawan Jawa, Prapto Yuwono mengkritik posisi Maia Estianty yang digantikan oleh Mulan Jameela. Menurutnya, ibu kandung harus datang memberikan keberkahan dan tak bisa digantikan dengan ibu sambung.