SketsaNusantara.id – Menjelang hari bahagianya bersama Alyssa Daguise, Al Ghazali menggelar prosesi pengajian dan siraman bernuansa adat Jawa pada Sabtu, 14 Juni 2025.
Acara sakral itu berlangsung khidmat dan penuh momen langka, terutama saat dua sosok yang sempat bersitegang, Maia Estianty dan Mulan Jameela, bertemu dalam satu frame.
Dari berbagai video yang ramai beredar di media sosial, terlihat Mulan Jameela menghampiri dan menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan Maia Estianty.
Baca Juga: Tampil Cantik di Siraman Al Ghazali, Syifa Hadju Pamer Keakraban dengan Keluarga Bunda Maia
Sebelumnya, Ahmad Dhani juga lebih dulu menyalami mantan istrinya, serta Irwan Mussry. Mereka bahkan sempat duduk dalam satu barisan, dengan Al Ghazali di tengah potret kebersamaan yang sontak jadi viral dan disebut warganet sebagai momen "bersejarah."
Menariknya, foto yang memperlihatkan keluarga besar Al Ghazali berkumpul itu justru tidak muncul di akun Instagram milik sang calon mempelai pria.
Padahal, sang ayah Ahmad Dhani sempat mengunggah potret tersebut di akun @ahmaddhaniofficial, lengkap dengan caption yang menggambarkan kebersamaan dua keluarga.
Di sisi lain, Al Ghazali memilih membagikan momen lebih personal dalam unggahan di akun @alghazali7. Ia hanya mengunggah potret siraman yang memperlihatkan kedekatannya dengan sang ayah dan ibunda tercinta.
"Moment Bahagiaku. Alhamdulillah selesai sudah prosesi Siramanku, Dalam balutan adat dan cinta keluarga, siraman kemarin menjadi kenangan yang akan selalu terkenang," tulis Al.
"Sebuah langkah menuju lembaran baru, ditemani oleh doa dan restu dari orang-orang tercinta. Dalam tiap tetes air siraman, mengalir restu dan cinta keluarga. Terima kasih sudah menjadi bagian dari hari istimewa ini," lanjutnya.
Baca Juga: Mata Ahmad Dhani Gak Berhenti Melirik Maia Estianty Saat Siraman Al Ghazali: Cantiknya Mantanku
Namun, ketidakhadiran sosok Mulan Jameela dalam deretan foto unggahan Al Ghazali tak luput dari sorotan netizen. Banyak warganet justru merasa lega dan mendukung langkah Al yang dianggap ‘menyaring’ momen secara selektif.
Beragam komentar bernada dukungan membanjiri kolom komentar.