“Sangat menghayati suasana tradisi Jawa yang kental dengan spiritualitas. Pesan ayahnya jangan pernah meninggalkan agama, Islam dan Jawa,” lanjutnya.
Pesan tersebut, menurut Cak Imin, adalah warisan penting yang harus dijaga generasi muda, menjunjung tinggi agama sekaligus menjaga budaya.
3. Tradisi yang Menyatukan dan Penuh Makna
Ia menggambarkan prosesi itu sebagai wujud kesatuan nilai dalam budaya Jawa. Bagi Cak Imin, acara siraman bukan hanya simbol, melainkan bentuk konkret pelestarian kearifan lokal.
“Ini tradisi Jawa yang menyatukan semua unsur. Yang paling penting, Al terlihat bersinar,” ujarnya.
4. Al Sebagai Role Model Anak Muda
Penutup dari pernyataan Cak Imin sekaligus ajakan untuk menjadikan Al sebagai teladan. Menurutnya, anak muda harus punya figur yang bisa menjadi jembatan antara kemodernan dan akar budaya.
“Kesadaran Al dan kecintaannya kepada budaya Jawa harus diapresiasi. Ia bisa jadi role model,” tegasnya.
Dengan suasana haru, spiritualitas yang kental, dan penghormatan terhadap adat, prosesi siraman Al Ghazali tak hanya menjadi momentum pribadi, tetapi juga refleksi nilai kebudayaan yang tetap hidup di tengah zaman.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!