"Ingat dan camkan ini karena seumur hidup saya, demi Allah, lillahi ta'ala saya gak pernah promosikan judol, dengan adanya video AI takutnya ada yang tertipu," ujarnya.
Melalui video tersebut, Gerald juga mengajak para netizen untuk segera melaporkan jika menemukan video dirinya mempromosikan situs judol, karena konten tersebut tidak benar dan merupakan hasil manipulasi.
"Tolong bantu saya, kalo nemu video kaya gitu langsung repot aja, karena saya nggak akan pernah bikin video kaya begitu dan saya rasa kalian cukup pintar untuk membedakan mana saya yang asli dan mana yang editan AI," katanya.
Selain itu, Gerald juga gerak cepat dengan meminta bantuan polisi. Dalam unggahannya, ia menandai akun resmi @siberpoldametrojaya milik Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, serta akun @ccipolri yang merupakan akun Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Tak main-main, Gerald bahkan menyatakan kesiapannya untuk segera menghubungi pihak Siber Polri guna mengusut praktik penipuan dan penyebaran fitnah yang menurutnya sudah sangat keterlaluan, karena korbannya bukan hanya dirinya sendiri.
"Saya bakal minta tolong ke teman-teman siber polri, gimana sih akarnya dari praktik ini dan bagaimana kita berantas fitnah kayak ini supaya gak kejadian lagi ke depannya,"
"Karena bukan saya aja nih, sebelumnya Bang Pandji Pragiwaksono juga pernah nih kena kaya saya kaya gini," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini