SketsaNusantara.id - Gerald Vincent belum lama ini meluapkan kekesalannya setelah menjadi korban fitnah di media sosial hingga lapor ke Siber Polri.
YouTuber dan Konten kreator yang unggahannya kerap viral ini mendadak emosi karena videonya disalahgunakan untuk mempromosikan situs judol (taruhan daring) tanpa sepengetahuannya.
Melalui akun Instagram pribadinya, Gerald belum lama ini menerima laporan dari netizen dan menyebut videonya ternyata diedit menggunakan aplikasi AI (artificial intelligence) untuk kepentingan promosi situs haram tersebut.
"Saya gak pernah MARAH depan kamera, tapi ini udah keterlaluan. Kena FITNAH pake AI, astagfirullah," kata Gerald dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @geraldvincentt yang diunggah hari Selasa, 3 Juni 2025.
Dalam postingannya, Gerald menyertakan reels video yang memperlihatkan cuplikan dirinya seolah-olah tengah mempromosikan situs game yang mirip dengan praktik taruhan online.
Konten kreator kelahiran tahun 1995 itu menegaskan bahwa dirinya tak pernah membuat video seperti itu sebelumnya.
Ia bahkan menyampaikan rasa jijiknya terhadap promosi situs judol (judi online), dan menjelaskan alasannya menolak keras terlibat dalam promosi semacam itu.
"Baru kali ini ada yang bikin saya emosi dan kecewa banget. Saya gak pernah ada niatan sekalipun bahkan saya jijik banget promosiin judol," ucapnya.
"Alasannya pertama dan yang paling penting, jelas karena itu HARAM. Kedua, itu melanggar hukum dan yang ketiga ini bisa merugikan banyak orang," tuturnya.
Gerald pun mengungkapkan kekesalannya karena video yang diedit menggunakan AI tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman, bahkan membuat orang mengira dirinya mendukung aktivitas terlarang itu.
"Video seperti ini membuat orang berpikir 'oh Gerald Vincent selama ini mendukung judol', saya tegaskan saya nggak sama sekali najis bagi saya," tandasnya.