"Jumbo jadi bentuk titik awal perkembangan animasi Indonesia, nunjukin kalo industri animasi kita mulai berkembang pesat. Gak cuma animasi tapi OST-nya pun easylistening itu buat semua kalangan," komentar akun @yoshaaf94.
"Ini yang namanya crab mentality. Ga seneng kalau produk negara sendiri yang sukses. Dulu KKN desa Penari semenjak jadi nomor 1 jadi latah bikin film horor semua. Dibanding itu, gue dukung Jumbo karena bisa jadi angin segar buat Indonesia dan bisa bikin bangga ternyata bisa bikin animasi sebagus ini," komentar akun @sunarsoerum.
Meski ada warganet yang mengkritik Jumbo, film garapan Visinema Studios ini terus melangkah maju bahkan masuk market Festival Film Cannes 2025.
Media asing banyak memberitakan Jumbo dengan ulasan positif bahkan animator dari Malaysia yang membuat serial BoBoiBoy pun kompak mendukung bahkan ikut mempromosikan film ini.
Jumbo yang tayang di 17 negara juga berhasil meraih lebih dari 5 juta penonton dan mencepat pendapatan fantastis mencapai Rp134 miliar dan jadi film animasi terlaris di Asia Tenggara mengalahkan Mechameto Movie dari Malaysia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini