Ia pun mengaku sering menangis membaca komentar jahat dari netizen.
“Terkadang kalau aku ngelihat komen itu juga nangis. Kayak... kok bisa orang beranggapan begitu?,” kata Mesa penuh rasa tak percaya.
Namun begitu, ia tidak ingin terus terpuruk. Ia memilih untuk melanjutkan perjuangan meski penuh tekanan. “Cuma aku kayak, ok, aku tetap jalanin. Berusaha buat enggak peduli juga," ucapnya mantap.
Mental Sempat Drop, Tapi Terbantu Kritik dan Dukungan Teman
Tak dimungkiri, tekanan mental yang dirasakan Mesa selama kompetisi sangat besar. Ia sempat merasa terpuruk karena banyaknya komentar negatif yang mempertanyakan keberadaannya di panggung Idol.
“Sejujurnya mentalku sempat down. Cuma terkadang kayak bodo amat deh. Apapun yang terjadi, apapun hasilnya, ya udah. Sempat di karantina aku sering nangis," ungkapnya jujur.
Namun Mesa mencoba mengambil sisi positif dari hujatan yang datang.
Baca Juga: Benarkah Indonesian Idol Settingan? Maia Estianty dan Para Juri Menjawab: 'Jujur Kita Pengen...'
“Aku belajar banyak hal setelah aku ikut 'Indonesian Idol'. Sebelum aku masuk Spekta, aku anaknya dibilang kaku, suka menutupi diri, public speaking aku kureng,” katanya.
“Dari saran-saran mereka, aku belajar. Dan aku memperbaiki semua sebisaku,” imbuh gadis kelahiran 18 Mei 2006 itu.
Dengan segala tekanan, kritik, dan isu miring yang dihadapinya, Mesa Idol berhasil membuktikan bahwa ia bukan sekadar "anak titipan".
Ia adalah talenta muda yang terus tumbuh, ditempa hujatan dan dibentuk oleh semangat untuk bertahan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI