SketsaNusantara.id - Pembahasan yang ringan namun tetap relevan antara Raditya Dika dan content creator Lutfi Afansyah berhasil menarik perhatian setelah keduanya membahas fenomena mengenai "bahasa anak agensi".
Dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube Raditya Dika, hal ini mereka lakukan di podcast yang tayang pada tanggal 8 Mei 2025.
Di video itu, Raditya Dika mengaku tertarik mengundang Lutfi setelah melihat kontennya di TikTok yang menurutnya menarik karena membahas kehidupan pekerja agensi dengan gaya lucu.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Pernikahan ke-7 Tahun Bersama Raditya Dika, Anissa Azizah Harapkan Satu Hal Ini
Lutfi sendiri dikenal sebaga kreator konten yang awalnya memproduksi konten bertema travelling sebelum akhirnya beralih ke konten komedi ringan.
Komedi tersebut memiliki latar pengalaman profesionalnya sebagai KOL specialist.
"Aku tuh bingung kenapa sih orang huhu, aku nggak luluh juga, oh ternyata itu banyak yang merasa relate," ucap Lutfi mengisahkan bagaimana kontennya berawal.
Baca Juga: 7 Tahun Langgeng Bersama Anissa Aziza, Intip Tips Raditya Dika dalam Membangun Rumah Tangga Harmonis
Salah satu hal yang dibahas keduanya adalah penggunaan istilah "punten" yang kini meluas menjadi sapaan sopan saat menghubungi orang lain terlebih dahulu.
Utamanya jika menghubungi orang lain dalam konteks pekerjaan di agensi.
Meski merupakan bahasa daerah, istilah ini dianggap netral dan akrab di dunia profesional, khususnya di kalangan pekerja kreatif.
Selain itu, mereka juga membahas mengenai penggunaan sapaan "Kak" yang menurut Lutfi dan Raditya merupakan pilihan netral di dunia agensi.
Hal itu lantaran "Kak" menjadi sapaan yang sangat netral tidak terpengaruh jenis kelamin atau jarak usia yang terlalu jauh.