showbiz

Polisi Beberkan Fakta Mengejutkan Kasus Vape Ilegal, Jonathan Frizzy Diduga Jadi Otak Penyelundupan Etomidate demi Raup Keuntungan Fantastis!

Selasa, 6 Mei 2025 | 18:00 WIB
Potret Jonathan Frizzy alias Ijonk diduga ikut merencanakan penyelundupan vape ilegal berisi etomidate masuk ke Indonesia (Instagram/ijonkfrizzy)

2. Mengatur Distribusi Vape Ilegal dari Malaysia

Ijonk tidak hanya menjadi koordinator, tetapi juga mengatur distribusi vape etomidate yang masuk dari Malaysia.

Polisi menyebutkan bahwa barang tersebut sebenarnya berasal dari Thailand, dengan EDS sebagai pengirim utama.

Ijonk bertugas memastikan vape-vape tersebut tiba di Indonesia melalui jalur Malaysia. Ia diduga ikut membelikan tiket, pemesanan hotel hingga mengatur perjalanan hingga etomidate masuk ke Indonesia yang menunjukkan keterlibatannya dalam logistik vape ilegal.

Polres Bandara Soekarno-Hatta menyatakan bahwa setidaknya ada 881 cartridge berisi etomidate yang siap diedarkan di Indonesia dan kini sudah diamankan pihak berwajib.

Baca Juga: Jonathan Frizzy Terjerat Kasus Vape Obat Keras, Unggahan Terbaru Dhena Devanka Dianggap Sindiran Halus yang Menohok

3. Rencanakan Penyelundupan Vape Ilegal secara Hand Carry

Salah satu fakta mencengangkan adalah metode penyelundupan yang digunakan, yaitu hand carry atau dibawa langsung dan ada beberapa dititipkan dengan barang jenis lain secara bersama-sama dalam bagasi.

Pemeriksaan Bea Cukai pada Maret 2025 menjadi titik awal pengungkapan kasus ini, ketika seorang penumpang kedapatan membawa vape ilegal.

Pemeriksaan lanjutan diketahui bahwa Ijonk ikut melakukan perencanaan terorganisir untuk memastikan proses masuknya etomidate ke Indonesia berjalan mulus.

Baca Juga: Intip 3 Kontroversi Jonathan Frizzy, Mulai dari Kehidupan Pribadi hingga Menjalar ke Kasus Vape Ilegal

4. Vape Ilegal Dijual Tiga Kali Lipat di Indonesia

Keuntungan besar menjadi motif utama sindikat ini. Vape etomidate yang diselundupkan dari luar negeri rencananya akan dijual dengan harga Rp4 juta per cartridge di Indonesia.

Dalam pemeriksaan, Jonathan Frizzy mengaku ia membeli vape dengan harga Rp1-1,3 juta dari luar negeri. Dengan demikian, ia bisa meraup untung tiga kali lipat dari harga aslinya.

Dengan 881 cartridge yang disita, potensi keuntungan mencapai miliaran rupiah. Tersangka menargetkan pengguna vape yang mencari efek sedatif etomidate, padahal sangat berbahaya bagi kesehatan.

Halaman:

Tags

Terkini