SketsaNusantara.id – Sorotan publik kini tertuju pada salah satu finalis Indonesian Idol 2025, Mesa Hira.
Gadis muda berbakat asal Medan ini tengah menjadi perbincangan hangat usai dirinya dituding sebagai “anak titipan" oleh seorang figur publik, yakni Puteri Indonesia Kalimantan Tengah 2024, Dessy Paramita Dewi.
Kontroversi ini mencuat karena sebagian warganet merasa karakter vokal Mesa Hira terlalu biasa untuk bersaing di jajaran Top 3.
Tak sedikit pula yang mengomentari setiap penampilannya dengan ujaran kebencian, bahkan mendoakannya gagal melaju ke babak berikutnya.
Namun, tuduhan itu langsung dibantah oleh sejumlah penggemar dan netizen lain yang mengikuti perjalanan ajang pencarian bakat ini.
Seperti dikutip SketsaNusantara.id dari akun TikTok @oleumricini1, seseorang menjelaskan bahwa Indonesian Idol tak semudah itu dimanipulasi karena bukan ajang lokal semata.
"Indonesian Idol bukan milik Indonesia. Itu program dari perusahaan Inggris bernama Free Metal Media," jelas unggahan tersebut.
Dimana dalam sistemnya, RCTI hanyalah pemegang hak siar. Jika ditemukan pelanggaran atau upaya manipulasi dari pihak stasiun TV, Fremantle berhak mencabut lisensi penayangan dan memberikan hak siar ke pihak lain.
Artinya, kecurangan sangat sulit dilakukan di bawah pengawasan ketat pihak pemilik resmi.
Baca Juga: Siapa Pendakwah Muda GBZ? Viral Kepergok di Diskotik, Diduga Sedang Asyik Dugem, Ternyata Pemilik...
Mesa Hira sendiri sempat mencuri perhatian sejak audisi pertama. Saat naik ke panggung, ia memperkenalkan diri sebagai remaja berusia 18 tahun dari Medan sambil menenteng gitar.
"Perkenalkan nama saya Mesa Syahirah, umur 18 tahun dari Medan," ucapnya kala itu.