Mee berharap kejadian yang meimpanya ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang agar tidak menempatkan diri pada lingkungan pertemanan toxic, apalagi sampai melakukan hal bodoh untuk menuruti komentar buruk orang lain.
Baca Juga: Apa Hukum Bullying dalam Islam? Pahamilah Fakta dan Penjelasannya Sesuai Syariat
"Setelah kejadian ini, aku gak mau lagi menuruti apa yang mereka mau. Perlu kalian tahu di mana kalian harus menempatkan diri di lingkungan pertemanan toxic," tuturnya.
"Saya sangat menyesal telah melakukan hal bodoh, tapi saya sudah ikhlas atas semua yang terjadi, saya anggap ini pelajaran hidup dan mulai berdamai dengan diri sendiri," ungkapnya.
Klarifikasi Mee Flome mendapat respon positif publik. Warganet mengapresiasi ketegarannya menghadapi masalah ini dan berharap Mee bisa mendapat keadilan jika pihak klinik terbukti melakukan pelanggaran.
Terakhir, Mee Flome juga menyampaikan terima kasih atas dukungan warganet. Ia mendapat banyak masukan dan berharap ada hal baik yang didapatkan setelah melalui ujian ini.
"Semoga di balik ujian ini ada pelangi ke depannya. Untuk semua teman-teman onlineku, terima kasih masukan dan support dari kalian semua," ucap Mee Flome.
"Semoga Allah membalas kebaikan kalian, terima kasih untuk keluarga dan sahabat yang udah nemenin saya selama sakit, mohon maaf kalo saya ada kekurangan," pungkasnya.
Hingga saat ini belum ada pernyataan dari Clinique Suisse mengenai dugaan malpraktik yang dituduhkan Mee Flome.
Bukan hanya Mee Flome, sebelumnya Clinique Suisse tersebut juga pernah digugat tahun 2024 lalu atas dugaan malpraktik pada pasien lain bernama Santi Dewi dan kabarnya belum ada penyelesaian yang signifikan.
Mee Flome juga belum menerima tak itikad baik dari pihak klinik untuk meminta maaf.
Publik menyoroti kasus ini yang diduga sebagai praktik estetika ilegal dan menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap tindakan malpraktik di klinik kecantikan yang berakibat buruk pada kesehatan pasien.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini