SketsaNusantara.id - Seleb TikTok Meme Flome atau Mee Flome kembali mencuri perhatian publik usai curhatannya jadi korban malpraktik di klinik kecantikan viral di media sosial.
Sebagaimana diketahui, Mee Flome sebelumnya mengunggah konten saat jadi korban di Clinique Suisse, Jakarta Pusat.
Melalui akun TikTok @memeflome, ia mengungkapkan pengalaman pahit hingga mengalami koma selama satu bulan diduga karena ada kesalahan anestesi saat menjalani operasi plastik di klinik tersebut.
Mee Flome menyatakan kekecewaannya pada tim medis dari Clinique Suisse yang dianggap tak profesional karena tak tanggap menangani pasien padahal saat itu ia mengalami kejang-kejang.
Mirisnya, perawat di klinik tersebut malah menduga pasiennya "kesurupan" padahal kondisi Mee Flome hampir sekarat bahkan susah bernafas.
"Saya menjadi korban malpraktik salah satu klinik kecantikan. Kejang-kejang selama 12 jam dan koma hampir satu bulan," ungkapnya dalam postingan yang diunggah hari Selasa, 29 April 2025.
"Orang kejang-kejang malah diajak ngomong, dikira kesurupan mbah-mbah. Aku hampir sekarat berusaha nafas, telat sedikit ini sih gue udah lewat alias m*ti," kata Meme.
Postingannya seketika menjadi perbincangan hangat publik. Banyak warganet dan tenaga kesehatan menyoroti hal ini, mendukung Mee Flome untuk membawa masalah ini ke jalur hukum meminta pertanggung jawaban dari pihak klinik.
Namun, ada pula warganet yang mengkritik keputusan Mee Flome yang ingin melakukan operasi plastik. Mengingat tindakan tersebut tak diperbolehkan dalam agama Islam.
Menurut dunia medis, operasi plastik dianjurkan untuk penyembuhan penyakit atau pemulihan kesehatan.
Menurut hukum, seseorang juga diperbolehkan melakukan operasi plastik untuk kecantikan sekalipun karena itu adalah hak setiap orang, asalkan tidak bertujuan merubah identitas aslinya.