SketsaNusantara.id - Beberapa waktu yang lalu viral di media sosial seorang selebgram sekaligus model alami kejang hebat saat lakukan perawatan kecantikan disebuah klinik.
Selebgram tersebut adalah Mee Flome, selebgram yang diduga menjadi korban dugaan malpraktik dokter anestesi di sebuah klinik kecantikan bernama Clinique Suisse.
Mee Flome mengalami kejang-kejang hingga 12 jam, namun alih-alih mendapatkan penanganan medis serius, justru ia disebut kesurupan dan menambahkan dosis obat bius hingga kejangnya berhenti sesaat.
Setelahnya itu ia dikabarkan koma hingga satu bulan dan sadar dalam keadaan kesulitan bergerak dan berbicara.
Dalam polemik Mee Flome ini, seorang dokter kecantikan angkat bicara terkait apa sebetulnya yang terjadi pada Mee Flome.
"Sebagai dokter (kecantikan) saya harus angkat suara, kejang saat anastesi bukanlah hal yang mistis," ujar Devina, seorang dokter kecantikan dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Cumicumi pada 3 Mei 2025.
Menurutnya kejang yang dialami oleh Mee Flome bukanlah akibat hal-hal mistis (kesurupan) yang dijadikan dalih Clinique Suisse terkait kondisi sang selebgram.
"Ini merupakan kondisi medis serius yang disebabkan oleh reaksi obat, gangguan elektrolit atau gangguan neurologis lain yang belum diketahui," imbuhnya.
Menururlt Devina, meskipun dalam budaya Indonesia masih kental mistis namun dalam SOP didalam ruangan tindakan medis yang penting adalah menyelamatkan nyawa.
"SOP-nya jelas, pasien yang kejang harus di stabilisasi, di evaluasi dan kalau perlu dirujuk ke rumah sakit, bukan didiamkan atau dikaitkan langsung dengan hal lain tanpa pemeriksaan medis," tegasnya.
Kondisi Mee Flome sendiri kini memprihatinkan pasca kejadian dimana setelah sadar dari koma, Mee Flome mengalami kesulitan bergerak dan berbicara.