Bukan untuk mengejar rilis atau karena tenggat album, melainkan karena kebutuhan untuk mengekspresikan diri.
“Aku rekam di handphone. Priceless sih, buat aku. Kayak, ternyata ini pelurunya,” ucap Ari lagi.
Lagu “Mangu” sendiri, menurut Ari, ditulis sebagai hadiah untuk sahabatnya. Namun justru menjadi medium yang lebih besar dari itu.
Mangu jadi refleksi atas rasa, ruang untuk mengeluarkan hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata, apalagi air mata.
Meski Fourtwnty masih dalam fase istirahat, Ari menegaskan bahwa ini bukanlah bentuk perpisahan. Ia menyebut semua personel tengah fokus pada kehidupan pribadi masing-masing.
“Aku kangen Prim, kangen Rian, Agung, Nui, semuanya. Tapi sekarang, kita semua lagi di fase ngurusin diri dulu. Aku pengen kalau balik, aku ada peluru. Balik bukan buat ngejar duit, tapi buat senang-senang. Karena itu yang paling penting sekarang,” katanya.
Empat bulan istirahat nyatanya memberi Ari waktu untuk kembali ke hal-hal yang sempat tertinggal: keluarga, kesehatan, dan musik yang jujur. Ia kembali main bola, olahraga, hingga mengurus bisnis clothing yang ia rintis sendiri.
Tapi yang paling berarti adalah momen ketika ia kembali memainkan gitar dan menemukan kembali jati dirinya yaitu seorang pemusik yang jujur pada rasa.
Baca Juga: Gading Marten Ajak Gempi Cover Lagu 'Location Unknown', Momen Kebersamaan Keduanya Jadi Sorotan
“Aku nyari kangennya, aku nyari ketawanya, aku nyari perlukannya. Mulai dapet jawabannya. Dan semuanya balik ke satu hal: musik,” tutupnya.
Lagu “Mangu” sendiri resmi dirilis oleh Fourtwnty pada 10 November 2023, bertepatan dengan masa jeda band tersebut dari panggung musik.
Meski tak dipromosikan besar-besaran, lagu ini justru meraih 19 juta viewers di YouTube dan menemukan jalannya sendiri ke hati pendengar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!