Dalam perkuliahan tersebut, Prilly membagikan pengalamannya di industri hiburan, tak hanya membahas kajian selebritisasi, tetapi juga sepitar personal branding, dan hubungan antara selebritas dengan media.
Mahasiswa menyambut antusias kehadiran Prilly yang dinilai dapat memberikan perspektif baru dari dunia nyata industri hiburan.
Menariknya, Prilly kabarnya tak menerima honorarium yang ditawarkan oleh UGM. Ia menyatakan bahwa motivasinya mengajar bukan untuk mencari penghasilan, melainkan untuk berbagi ilmu dan mewujudkan cita-citanya sejak kecil menjadi seorang pengajar.
Prilly juga menekankan bahwa proses menjadi dosen praktisi tidak instan. Ia harus melalui tahapan pendaftaran dan seleksi resmi, serta menyusun materi kuliah yang relevan sebelum mengajar.
Aktris kelahiran 15 Oktober 1996 di Tangerang, Banten ini menempuh pendidikan S1 di LSPR dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 2021 dengan nilai A atau Summa Cumlaude.
Tak hanya itu, Prilly juga mendapatkan beasiswa full Pascasarjana (S2) dan kembali menyandang predikat Best of the Best Graduate atau "lulusan terbaik dari yang terbaik" dari LSPR.
Setelah pengalaman mengajar jadi dosen praktisi di UGM, Prilly kini resmi menjadi dosen di LSPR Jakarta, almamaternya sendiri.
Prilly mengajar Broadcasting Digital Media dan Film. Ia mengunggah aktivitas di hari pertamanya mengajar di LSPR saat membagikan materi mengenai story telling.
Materi yang dibawakan berdasarkan case study dari pengalaman sendiri. Hal ini dilakukan agar mahasiswa bisa melihat contoh langsung bagaimana penerapan teori-teori storytelling di dunia profesional.
"Seneng sekali aku bisa ngajar bertemu mahasiswa semuanya, karena pengalaman mengajar itu bukan hanya aku yang membagikan ilmu saja tapi aku juga bisa belajar banyak sekali ilmu baru dari mahasiswa," ungkapnya dalam video yang diunggah hari Senin, 28 April 2025.
Prilly merasa bangga dapat berkontribusi dalam dunia pendidikan apalagi melihat semangat belajar para mahasiswa yang antusias bertanya usai menyimak materi kuliahnya.