Perceraian mereka kini sedang dalam proses. Dilan Janiyar memilih untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan demi kesehatan mental dan masa depan anaknya, Hayza Adreena Annarou yang masih berusia di bawah dua tahun.
Meski proses hukum belum rampung, secara emosional ia sudah selesai. Namun dari semua pelajaran pahit yang dialami, satu penyesalan yang paling besar adalah: tidak membuat perjanjian pranikah.
“Sayangnya aku nggak bikin perjanjian pranikah. Padahal itu penting banget buat perlindungan diri, terutama buat perempuan. Karena saat semuanya berantakan, perjanjian itu bisa jadi penyelamat,” katanya.
Ketika cinta masih hangat, semua terasa aman dan tidak perlu persiapan lebih. Tapi kenyataannya, hidup berumah tangga penuh ketidakpastian.
"Kalau bisa balik ke masa itu, aku pasti bikin perjanjian pranikah. Biar hak dan kewajibanku jelas. Nggak ada yang bisa semena-mena,” ujarnya tegas.
Perempuan yang akrab disapa Dilan Bontot ini pun mengingatkan perempuan lain agar tak ragu membicarakan perjanjian pranikah sebelum menikah.
“Jangan takut dibilang nggak percaya pasangan. Justru itu bentuk tanggung jawab dan perlindungan. Jangan sampai nyesel kayak aku,” ucap Dilan.
Kini, meski hidup tanpa pasangan, Janiyar merasa lebih tenang. Ia tetap aktif sebagai konten kreator, membagikan kesehariannya bersama sang anak dan membagikan kisah hidupnya sebagai bentuk healing dan edukasi.
“Aku nggak malu pernah gagal. Itu bukan aib. Aku cuma nggak mau anakku besar tanpa tahu alasan ibunya memilih berpisah,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!