“Sampai Ika Natassa, penulis men-tweet, aku pengen diskusi, menurut temen-temen kenapa Jumbo sukses,” sambungnya pada podcast yang dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Raditya Dika.
Menurut pria kelahiran 1990 ini, ada banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan film. Salah satunya yaitu kemunculan buzzer organik dengan hashtag Jumbo pada minggu pertama penayangan.
Selain itu, banyak faktor lain yang juga berperan dalam kesuksesan film, yaitu karakter pada animasi yang bisa dijadikan bahan konten.
“Menurut gue banyak banget (faktornya), ini gue berasumsi ya, bisa jadi benar bisa jadi nggak,” katanya.
Dari awal film dibuat untuk menyasar empat kelompok penonton, yaitu tua, muda, perempuan, dan laki-laki. Penargetan tersebut berdasarkan demografi dari penonton yang mana film animasi memiliki kecenderungan hanya untuk anak-anak.
Pria berusia 34 tahun ini menginginkan film bisa dinikmati oleh semua kelompok umur. Di luar fakta bahwa film ini ternyata memberikan hasil melebihi perkiraan.
Menurut Ryan, alasan lain dari keberhasilan Jumbo adalah memiliki visual yang bisa dinikmati oleh anak-anak. Dunia di dalamnya didesain untuk berbagai kelompok usia yang bisa membangkitkan nostalgia.
Rahasia lain dari keberhasilan film adalah pengumuman film sejak lama, bahkan sebelum selesai dibuat. Ryan mengungkap jika strategi pemasaran tersebut sebagai kesempatan untuk membuat orang semakin penasaran.
Umumnya, periode pemasaran dari sebuah film adalah 4 hingga 3 bulan dengan satu tahun sebelum rilis, ada teaser, kemudian informasi pemain, dan trailer.
Dari awal bahkan sebelum filmnya dimulai, sang kreator sudah mengumumkan proyek Jumbo yang sedang dijalani.
Hal ini dilakukan karena mungkin banyak orang tidak mengetahui proses pembuatan animasi. Bahkan pengumumannya sudah sejak tahun 2021.
Sejak saat itu, Ryan Adriandhy sudah membuat hashtag Jumbo meski belum ada tanggal pasti rilisnya, hingga membuat banyak orang mengantisipasi penayangan film.
Selain mengungkap rahasia suksesnya, pria kelahiran Jakarta ini juga membocorkan salah satu kesulitan selama produksi film ini.