"Waktu itu Bunda ngomong ke Bimbim, kalau mau main musik, harus serius di musik. Kalau mau narkoba ya hancur kamu," kenang Bunda Iffet saat menasihati putranya.
Dalam perjalanan karier Slank, terutama saat melawan ketergantungan narkoba, peran Bunda Iffet sangat krusial. Ia tegas namun penuh kasih, selalu menjadi benteng kuat bagi para personel.
4. Hubungan Dekat dengan Para Slankers
Bunda Iffet bukan hanya dekat dengan anak-anaknya, tetapi juga dengan jutaan penggemar Slank, atau yang dikenal sebagai Slankers.
Ia sering mengingatkan anggota band untuk selalu menghormati penggemar. "Bunda selalu bilang, jangan sok ngartis. Karena Slankers lah yang beli karya kita," cerita Bimbim.
Bahkan, di bawah naungan Bunda Iffet, komunitas Slankers resmi memiliki badan hukum sendiri, PT Pulau Biru Indonesia.
5. Kenangan Bimbim tentang Sang Ibu
Bimbim memiliki banyak kenangan manis bersama sang ibu. Salah satu yang paling membekas adalah saat ia masih SD di akhir tahun '70-an.
“Waktu kecil pernah di era ‘70-an akhir, masih SD, Bunda nganter sekolah nyetir mobil sendiri. Ada salah satu preman ngambil batu dan mukul kaca mobil. Di situ Bunda diem aja dan berdoa. Habis itu, kaca enggak pecah, jalan pulang aman. Kekuatan berdoa bisa ngalahin semua,” kenang Bimbim.
6. Sosok yang Menjadi Penengah di Slank
Saat terjadi konflik internal, Bunda Iffet seringkali menjadi penengah. Dengan ketegasan dan kebijaksanaan, ia bisa meredakan ketegangan antar anggota.
“Alhamdulillah mereka menganggap saya ibu, jadi selalu hormat,” ujar Bunda Iffet dalam sebuah wawancara.
7. Prinsip Manajer: Harus Perempuan
Bunda Iffet pernah berujar bahwa grup laki-laki seperti Slank lebih baik dikelola oleh sosok perempuan yang lebih tua.