Di saat kritis itu, Bunda Iffet hadir sebagai pilar kekuatan. Bimbim mengungkapkan, salah satu momen paling berkesan adalah ketika Slank berhasil lepas dari jeratan narkoba, berkat keteguhan dan cinta sang bunda.
Perjalanan Slank, yang bermula dari Potlot pada 1983, memang penuh liku. Band ini berhasil meraih sukses besar dengan album "Suit-Suit... He-He (Gadis Sexy)" di tahun 1990, hingga kini merilis 21 album dan mengumpulkan jutaan penggemar setia yang dikenal sebagai Slankers.
Kesuksesan itu tidak lepas dari pendekatan manajerial khas Bunda Iffet. Ia percaya bahwa grup laki-laki perlu dipimpin oleh sosok perempuan yang lebih tua agar ada rasa hormat.
Sebagai manajer, Bunda Iffet tidak hanya fokus pada urusan internal. Ia juga memperhatikan hubungan Slank dengan Slankers. Ia berpesan agar anak-anak Slank tetap rendah hati dan tidak bersikap sombong alias sok ngartis.
Kini, kepergian Bunda Iffet meninggalkan luka mendalam, bukan hanya untuk keluarga, Slank, dan Slankers, tetapi juga untuk dunia musik Indonesia yang mengenalnya sebagai sosok penuh dedikasi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!