Ia bahkan mengaku telah menjelaskan secara langsung kepada petugas bahwa isi kiriman itu adalah hadiah alias gift dari brand, dan akan digunakan sebagai bahan konten di media sosial.
Namun, menurutnya, penjelasan tersebut belum cukup untuk membuat seluruh isi paket dirilis. Sebaliknya, pihak Bea Cukai hanya menawarkan pelepasan sebagian produk, tepatnya 20 cushion, dan itupun dengan syarat harus ditebus biaya tambahan.
“Aku bilang ‘yaudah aku bayar tapi boleh nggak dirilis semuanya’. Terus dia kayak ngasih beberapa pilihan, dan pilihan terakhirnya ‘yaudah biarin aja itu jadi milik negara’ yaudah nggak apa-apa,” tutur Rachel.
Sindiran “Glowing” Picu Pro dan Kontra
Dalam video yang sama, Rachel menutup ceritanya dengan candaan yang langsung mengundang pro dan kontra. Ia mengatakan, bahwa cushion tersebut bisa digunakan oleh pegawai Bea Cukai agar “makin glowing”.
“Aku nggak ambil PR packagenya, biar buat temen-temen aja di Bea Cukai biar tetep glowing karena pakai cushion,” katanya dalam nada santai.
Ucapan itu dianggap sejumlah netizen sebagai bentuk sindiran yang tidak pantas. Beberapa menilai Rachel sedang menuduh bahwa barang-barangnya akan disalahgunakan.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Rachel Vennya
Merespons polemik yang makin melebar, Rachel akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka, terkait pernyataannya yang sempat menyinggung soal pegawai Bea Cukai.
Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menyindir maupun menuduh secara pribadi pegawai Bea Cukai.
“Hallo teman-teman, aku mau minta maaf karena aku bilang ‘buat teman-teman Bea Cukai makin glowing, aku ikhlasin agar PR package ini menjadi milik/aset negara, bukan teman-teman atau pegawai Bea Cukai, terima kasih,” tulis Rachel.
Video awal yang sempat viral kini sudah dihapus dari akun TikTok-nya.
Tampaknya, Rachel memilih mundur selangkah demi meredakan suasana dan menjaga kondusivitas.