“Namanya toleransi! Karena mau bagaimanapun, saya bangun rumah di tanah Bali. Saya lahir dan besar di sini. Bukan berarti saya melakukan upacara ini ganti agama,” jawab Jennifer Coppen dengan tegas.
Tindakan Jennifer Coppen mencerminkan bagaimana toleransi bisa hidup selaras di tengah keberagaman.
Ia menunjukkan bahwa menghargai tradisi lokal tak harus mengorbankan keyakinan, justru bisa menjadi jembatan yang mempererat harmoni antarmanusia tanpa kehilangan identitas spiritual.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI