Tur Terakhir dan Kepergian yang Mengagetkan
Pada April 2025, Ricky dan Seringai memulai tur lima titik ke Taiwan dan Jepang. Tur dimulai di Taichung, lalu ke Taipei dan Kaohsiung, sebelum berlanjut ke dua venue di Tokyo.
Penampilan terakhir mereka berlangsung di Gekikofest, Tokyo, pada 19 April 2025.
Tak disangka, malam itu menjadi penampilan terakhir Ricky. Ia dilaporkan meninggal dunia tak lama setelah tampil, diduga karena serangan jantung.
Kabar duka ini pertama kali diumumkan oleh komika dan jurnalis Soleh Solihun, yang menulis, "Selamat jalan @RickySiahaan semoga kamu diterima di sisi Tuhan," tulis Soleh, dilansir SketsaNusantara.id pada Minggu, 20 April 2025.
Warisan Seorang Pejuang Musik Tanpa Kompromi
Ricky Siahaan bukan sekadar gitaris, ia adalah arsitek gerakan musik keras di Indonesia. Sosoknya mencerminkan dedikasi, integritas, dan keberanian untuk terus berkarya tanpa kompromi.
Ia menginspirasi musisi lintas generasi, bukan hanya lewat petikan gitarnya, tapi juga lewat etos kerja dan visi budayanya.
Kini, panggung musik harus merelakan salah satu pejuang terbaiknya. Namun, semangat Ricky Siahaan akan terus hidup dalam setiap riff, distorsi, dan semangat pemberontakan yang mengalir di skena musik Indonesia.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI