"Apabila dalam waktu 2x24 jam yang bersangkutan tidak menghadap maka kami putuskan melanjutkan ke proses hukum untuk laporan ke kepolisian," imbuhnya.
Sementara itu Abidzar menyatakan bahwa apa yang dilakukannya saat ini merupakan bentuk baktinya secara pribadi terhadap Umi Pipik.
"Ini bentuk bakti saya terhadap ibu saya di ulang tahun saya maka saya hadiahi kepada umi karena hal yang saya tanggapi ini sudah berlebihan dan saya akan membawa ke jalur hukum," tegas Abidzar.
Abidzar menegaskan bahwa ini merupakan bentuk baktinya kepada sang ibu, sebab olok-olok tersebut menurutnya akan abadi sebagai jejak digital dari masa ke masa.
"Era digital ini sangat berbekas ya, era digital ini selalu ada maka ini saya tanggapi dengan serius agar supaya hal-hal seperti ini tidak ada kedepannya," imbuh Abidzar.
"Ini juga akan jadi pelajaran juga bagi saya agar lebih berhati-hati ke depannya," tegasnya.
Menurutnya hal itu dilakukannya sebagai bentuk pembelaannya sebagai anak laki-laki yang tak mungkin diam saat ibunya dicacai maki orang.
Ia juga mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya saat ini merupakan langkah yang diambilnya secara matang-matang sehingga ia butuh 3 bulan memikirkannya.
Dan momentum ulang tahunnya ke 24 ini ia gunakan untuk melakukan langkah yang sudah 3 bulan ini ia renungkan baik-baik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini