SketsaNusantara.id - Ada momen-momen yang hanya bisa dipahami setelah seseorang pergi.
Fragmen kecil yang semula biasa saja, mendadak berubah makna. Sebuah genggaman tangan, sepasang mata yang menahan lelah, atau suara yang tiba-tiba serak dan lemah.
Tak ada yang menyangka itu akan menjadi yang terakhir. Apalagi di dunia hiburan, di mana tawa dan semangat nyaris selalu hadir di permukaan.
Namun, di balik layar, seringkali tersembunyi cerita yang jauh lebih dalam dan menggetarkan hati.
Salah satu cerita itu datang dari Andre Taulany. Pelawak sekaligus pembawa acara kenamaan ini membagikan momen haru yang nyaris tak terlihat siapa pun, kecuali mereka yang ada di lokasi syuting terakhir bersama almarhumah Titiek Puspa.
Titiek Puspa, seniman serba bisa dan legenda hidup Indonesia, menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 10 April 2025 pukul 16.25 WIB di RS Medistra, Jakarta. Sehari setelahnya, ia disemayamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, pada Jumat, 11 April 2025.
Andre Taulany adalah salah satu orang terakhir yang berinteraksi dengan sosok yang akrab disapa Eyang Puspa.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @andreastaulany, ia mengungkapkan betapa kepergian Titiek Puspa menyisakan duka mendalam, bukan hanya sebagai rekan kerja, tapi juga sebagai tokoh penting dalam seni budaya Indonesia.
Dalam cuplikan video yang dibagikan, tampak Eyang Puspa mengenakan pakaian pink putih dan memegang tangan kanan Andre sepanjang segmen terakhir acara Lapor Pak. Sekilas, itu mungkin tampak seperti bentuk kasih sayang biasa. Namun setelah Andre merenung kembali, ia baru sadar ada sesuatu yang berbeda dari interaksi itu.
"Setelah diperhatikan saya baru sadar di segmen terakhir, Eyang pegangin tangan saya terus dan bicaranya agak lemah dan serak, mungkin eyang sedang menahan sakitnya," tulis Andre, menyertai unggahannya.
Satu kalimat yang singkat, tapi penuh makna. Genggaman tangan itu, rupanya adalah cara terakhir Eyang Puspa menyampaikan rasa, mungkin juga pamit, tanpa benar-benar mengucapkan selamat tinggal.