SketsaNusantara.id - Ahmad Dhani menuai kritik karena mendadak bahas soal royalti lahu "Kupu Kupu Malam" padahal masih dalam suasana berduka pasca meninggalnya Titiek Puspa.
Pentolan band Dewa 19 yang tergabung dalam Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), menyatakan akan memperjuangkan royalti musik Titiek Puspa dan mengembalikan pada ahli waris yang berhak menerimanya.
Suami Mulan Jameela itu juga ikut menyindir Ariel NOAH yang pernah menyanyikan ulang lagu "Kupu-Kupu Malam", salah satu lagu ciptaan Titiek Puspa yang pertama kali dibawakan sang legenda pada tahun 1970-an.
Pembahasan soal royalti ini bermula dari pernyataan Piyu Padi selaku Ketua Umum AKSI yang mengaku siap memperjuangkan hak almarhumah sebagai penghormatan terhadap karya-karya legendaris Titiek Puspa.
"Kami dari AKSI memang ingin mengumpulkan karya-karya dari semua penulis lagu yang masih aktif mapupun yang sudah meninggal dunia," kata Piyu dalam konferensi pers yang digelar AKSI di Jakarta Pusat pada hari Kamis, 10 April 2025.
"Ahli warisnya nanti akan kami ajak bergabung dengan AKSI sehingga karya-karya beliau kami bisa urus untuk direct license," imbuhnya.
Mendengar hal tersebut, Ahmad Dhani menambahkan bahwa Ariel NOAH juga harus ikut bayar royalti karena pernah menyanyikan lagu "Kupu-Kupu Malam" ciptaan Titiek Puspa.
Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra itu meyakini Titiek Puspa belum sepenuhnya mendapatkan haknya dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), badan hukum nirlaba yang mengelola royalti hak cipta.
"Saya yakin kalo Titiek Puspa salah satu pencipta lagu yang haknya belum diberikan sepenuhnya oleh LMK," kata Dhani dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di kanal YouTube Arya Kribow pada hari Jumat, 11 April 2025.
"Padahal udah berapa banyak lagunya dan itu semua bagus-bagus, salah satunya Kupu-Kupu Malam itu yang dinyanyikan Ariel NOAH juga," imbuhnya.
Ahmad Dhani menegaskan pentingnya memperjuangkan hal ini. Menurutnya, keluarga Titiek Puspa harus tetap mendapatkan manfaat dari lagu yang ditulis semasa hidup mendiang meski kini sudah tiada.