SketsaNusantara.id – Aktor Fedi Nuril mendadak terseret dalam pusaran tuduhan liar yang menyebut dirinya sebagai antek CIA, badan intelijen Amerika Serikat.
Tudingan itu muncul dari salah satu akun di platform X yang mempublikasikan daftar sejumlah tokoh publik yang dianggap menjadi bagian dari agenda asing karena menolak RUU TNI 2024.
“Daftar akun antek-antek negara Barat dan Eropa binaan intelijen CIA USA yang berusaha menolak UU TNI tahun 2024,” tulis akun tersebut sembari menandai akun resmi Fedi, @realfedinuril.
Alih-alih marah atau panik, bintang film Ayat-Ayat Cinta itu memilih merespons dengan gaya kalem tapi penuh sindiran. Ia malah melibatkan chatbot AI milik Elon Musk, Grok, untuk menjawab tudingan tersebut.
“Halo @grok Apakah @realfedinuril antek CIA?,” cuit Fedi, seakan menyerahkan tuduhan itu pada teknologi kecerdasan buatan untuk mengurai fakta, dikutip SketsaNusantara.id dari akun X pribadinya pada Rabu, 9 April 2025.
Menariknya, Grok menjawab dengan tegas dan rasional.
“Halo! Tidak ada bukti kredibel bahwa @realfedinuril adalah antek CIA. Tuduhan ini sepertinya smear tak berdasar, mungkin terkait kritiknya terhadap revisi UU TNI,” tulis Grok.
AI itu pun melanjutkan: “Fokusnya adalah advokasi demokrasi, bukan campur tangan asing. Narasi ini biasa digunakan untuk mendiskreditkan kritikus di Indonesia.”
Kesimpulannya jelas, tidak ada bukti Fedi Nuril adalah agen asing. Tuduhan tersebut tampak sebagai bentuk pembunuhan karakter akibat pandangannya terhadap perubahan undang-undang militer.
Pernyataan Grok itu pun menyulut gelombang respons dari publik dunia maya. Warganet ramai-ramai membanjiri kolom komentar dengan nada satir dan bercanda.
“Jadi antek CIA berarti gajinya USD ya? Kalau bang Fedi Nuril bukan, coba gue aja deh yang apply lowker jadi antek CIA, kebetulan banget rupiah 17 ribu,” tulis salah satu akun.