“Selain kambing, motor, sama rumah di Bali, ada staf aku di rumah mencuri juga. Jadi ya lumayan (traumatis) karena aku dekat banget sama staf aku, kayak aku udah anggap keluarga,” ungkapnya.
Rasa percaya yang telah dibangun bertahun-tahun seketika runtuh saat Jessica dan asistennya menemukan fakta mengejutkan.
Cincin yang telah lama hilang ternyata disimpan di tempat yang tak terduga oleh staf rumah tangga tersebut.
Proses Pengungkapan dan Bukti yang Mengejutkan
Asisten Jessica mengambil inisiatif untuk menyelidiki kamar staf yang dicurigai.
Dimana dari pencarian tersebut, akhirnya ditemukan bukti yang menguatkan dugaan.
“Akhirnya asisten aku cari di kamar si orang ini, ternyata ada di gumpalan tisu di dalam tasnya. Itu cincin 6 bulan lalu,” sambung Jessica.
Bukti fisik yang ditemukan tersebut memperkuat keputusan Jessica untuk bertindak tegas.
Ia memilih untuk memberhentikan staf yang bersangkutan guna menjaga ketenangan dan keamanan dalam rumah tangganya.
Luka Batin dan Trauma Kepercayaan
Tidak hanya kehilangan benda berharga, Jessica juga mengalami kerugian dalam bentuk kepercayaan. Hubungan yang semula dibangun atas dasar saling menghormati dan percaya, berubah menjadi kekecewaan mendalam.
“Sedih banget, jadi mau nggak mau kita keluarkan karena itu kan toxic ya,” ulangnya dengan nada getir.