SketsaNusantara.id - Konten masak besar Willie Salim di Palembang yang berakhir menjadi polemik menuai sorotan dari berbagai pihak, termasuk dari Bobon Santoso.
Bobon Santoso sendiri selama ini sebagai seseorang yang dikenal sering masak besar di sejumlah daerah terutama daerah-daerah tertinggal di Indonesia.
Willie Salim kini dikabarkan telah dilaporkan kepada polisi sebab dinilai telah mencoreng nama baik Palembang karena aksi masak besar yang dinilai telah direkayasa untuk konten.
Baca Juga: Selain Konten Rendang Hilang, Intip 3 Kontroversi Willie Salim yang Kerap Gemparkan Media Sosial
Terhadap polemik tersebut, Bobon Santoso, memberikan tanggapannya terkait kejadian ini.
Meskipun tidak secara spesifik mengomentari tindakan Willie Salim, ia menekankan pentingnya persiapan dan manajemen yang baik dalam acara masak besar.
"Jelas ada kejanggalan," ujar Bobon terkait konten masak rendang 200 kg di Palembang milik Willie Salim dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Intens Investigasi.
"Statementnya ngomong masak untuk berbuka sedang baru masukkan daging aja baru jam 7 malam jadi itu sudah jelas bukan untuk berbuka," imbuhnya.
Menurut pengamatan Bobon, video diawali saat masih terang namun proses memasaknya baru dilakukan saat hari sudah gelap artinya waktu itu sudah malam sehingga itu tak bisa disebut untuk buka puasa.
"Dan kejanggalan yang paling kita rasakan itu ketika ia bilang ke toilet," imbuhnya lagi.
Kejanggalan-kejanggalan itu kemudian mengakibatkan dampak besar bagi Palembang sehingga hal itu disayangkan oleh Bobon Santoso.
Menurutnya apa yang terjadi pada Willie Salim sebagai bentuk kurangnya persiapan tim sehingga akhirnya mereka mencari solusi bagaimana kegiatan itu tetap menjadi konten.