showbiz

Perjalanan Spiritual Marcell Siahaan, Tumbuh di Keluarga Beda Agama hingga Sempat Merasa Agnostik Sebelum Akhirnya Mualaf

Kamis, 20 Maret 2025 | 16:42 WIB
Perjalanan spiritual Marcell Siahaan, mengaku sempat merasa agnostik. (Youtube/Sandiuno TV)

SketsaNusantara.id - Marcell Siahaan tumbuh dalam dalam keluarga multi-religion. Meski begitu, Marcell dan keluarganya hidup rukun.

Pelantun Peri Cintaku itu lantas sudah terbiasa dengan cara pandang yang berbeda sejak kecil. 

“Saya dari kecil sudah banyak bagaimana berinteraksi antara pemahaman-pemahaman dan juga cara pandang yang berbeda," ungkap Marcell Siahaan dikutip SketsaNusantara.id dari Youtube Sandiuno TV.

Baca Juga: Ahmad Dhani Tuding Marcell Siahaan Sok Ahli Hukum Usai Bela Agnez Mo Soal Pelanggalan Hak Cipta

Lebih lanjut Marcell mengatakan, pemahaman yang berbeda itu ia dapatkan dari mendiang kakek juga neneknya.

“Itu turun dari mediang kakek dan mendiang nenek, yang satu orang Solo, muslim, yang satu lagi orang Ambon lahir di Surabaya, Kristen Protestan," lanjutnya.

Selain itu semasa kecil, Marcell pernah merasa dirinya agnostik, yakni pandangan bahwa keberadaan Tuhan atau kebenaran tertinggi tidak dapat diketahui atau mungkin tidak akan pernah dapat diketahui.

Baca Juga: Bobon Santoso Akui Masih Bingung Usai Mendadak Jadi Mualaf, Blak-Blakan Masih Lakukan Kebiasaan Lama saat Berdoa, Benarkah Belum Sah Masuk Islam?

Ia menjadi agnostik, karena tidak menjalani proses menuju Katolik seperti kakak dan adiknya.

Marcell juga merasa hal tersebut bak sebuah anomali dalam hidupnya.

"Saya mengalami satu perjalanan hidup yang mungkin berbeda dengan my siblings, abang dan kakak perempuan saya. Mereka semua menjalani proses menjadi Katolik, dibaptis, mendapatkan komuni pertama, adik saya juga dibaptis," tuturnya.

Baca Juga: Hubungan Komunikasi Memburuk? Dokter Richard Lee Ungkap Ruben Onsu Telah Mualaf, Begini Jawaban Sarwendah

"Hanya saya saja yang kemudian nggak punya keyakinan apa-apa saat itu, terlewat saja. Di situlah saya merasa saya agnostik," sambungnya.

Marcell kemudian tumbuh dewasa dan memeluk Katolik setelah menempuh pendidikan di sekolah Katolik. Ia bahkan sempat menjadi Putra Altar di Katedral Santo Petrus Bandung.

Halaman:

Tags

Terkini