SketsaNusantara.id - Fedi Nuril ikut angkat bicara hingga sindir Prabowo Subianto usai Ifan Seventeen diangkat jadi Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN).
Pengangkatan Ifan Seventeen jadi Dirut PFN belakangan ini ramai jadi sorotan publik dan menuai kritik dari insan perfilman Indonesia.
Vokalis band Seventeen yang sebelumnya gagal nyaleg itu dianggap kurang kompeten, mengingat ia adalah seorang musisi dan rekam jejaknya minim di dunia perfilman.
Banyak artis bahkan ikut kaget mendengar kabar Ifan Seventeen yang mendadak diangkat jadi Dirut PFN. Mulai dari Luna Maya, Kevin Julio, Zara Adhisty hingga Adipati Dolken dan Gandhi Fernando tak setuju bahkan mempertanyakan penunjukan Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen, sebagai Dirut PFN.
Mereka juga menyayangkan keputusan tersebut karena masih banyak insan perfilman yang lebih pantas dan dinilai jauh lebih berkompeten serta lebih memahami permasalahan dunia perfilman dibandingkan dengan Ifan Seventeen yang merupakan seorang penyanyi.
Tak terkecuali, Fedi Nuril yang juga ikut bersuara dan menyatakan protes soal pengangkatan Ifan Seventeen jadi Dirut PFN.
Aktor sekaligus musisi yang tergabung dalam band Garasi itu bahkan blak-blakan menyinggung Presiden RI, Prabowo Suianto, yang tak konsisten dengan perkataannya sendiri.
Melalui cuitan di akun X (dulu Twitter) miliknya, Fedi Nuril mengunggah ulang video Prabowo yang berpidato ingin menerapkan merit system yakni pemilihan para pemangku kepentingan dengan melihat berdasarkan kemampuan, rekam jejak atau pengalaman dan prestasi, bukan dari koneksi.
"Kita harus menuju ke arah merit system. Semua adalah merit (kemampuan), prestasi, pengabdian, pengorbanan. Ini adalah tradisi yang kita langgengkan," kata Prabowo dalam pidato yang diunggah di akun X @ArsipAja pada hari Selasa, 12 Maret 2025.
"Kebiasaan kita adalah koneksi, koncoisme, 'kamu anak siapa, kamu ponakan siapa' dan sebagainya," pungkasnya.
Sebagai informasi, merit system adalah kebijakan dalam pengelolaan dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merujuk berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar, tanpa membedakan latar belakang politik, ras, agama, atau kondisi lainnya.
Perkataan Prabowo tersebut tak sejalan dengan pemilihan Dirut PFN dan pemerintah dianggap tak menerapkan merit system sesuai arahan Presiden.