Karina pun mengatakan jika kegiatan berjualan takjil selama bulan Ramadan sudah dijalaninya dengan Epy sejak 10 tahun yang lalu.
Berbeda dengan hari-hari biasa dimana ia lebih sering menjual makanan berat, saat puasa ramadhan begini diganti dengan takjil.
Sebagai upaya mempermudah transaksi dalam jual belinya, Karina membuat inovasi QRIS yang dipakai di kepalanya sebagai bando.
Kemudian terkait dengan omzet yang didapatkan saat berjualan takjil, Karina mengaku bisa mencapai Rp 10 hingga 15 juta setiap harinya.
Biasanya hal tersebut terjadi di hari pertama, setelah itu akan naik turun dan Karina beserta Epy senantiasa bersyukur saja.
Antusiasme yang tinggi, aktivitas berjualan takjil di bulan Ramadan membawa keuntungan yang signifikan bagi Epy Kusnandar dan Karina Ranau.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!