Lagu ini pun menyita perhatian netizen termasuk aktivis Dandhy Laksono.
“Mau ketawa, tapi ini hymne,” tulis Dandhy lewat akun X pribadinya @Dandhy_Laksono.
Beberapa netizen pun mengapresiasi karya Iksan Skuter tersebut hingga mengusulkan kepada pemerintah untuk memutar lagu Hymne Koruptor pada momen-momen tertentu.
“Pak kalau lagi mau rapat kabinet, tolong dong putar lagu Hymne ini @prabowo @gerindra,” komentar salah seorang netizen.
“Ingin sekal lagu ini diselipin pas upacara ASN dan dinas-dinas,” tulis netizen lainnya.
Sementara itu di akun Instagramnya, Iksan Skuter mengungkap alasan lainnya membuat lagu tersebut.
“Merespon lukisan ini dengan lagu Hymne Koruptor,” tulisnya sambil mengunggah foto lukisan ‘Tikus dalam Burung Garuda’ karya Rokhyat.
Lukisan tersebut menggambarkan ironi yang terjadi di Indonesia, di mana Burung Garuda melambangkan kedaulatan rakyat sementara tikus menjadi metafora bagi para koruptor.
Sementara itu berdasarkan pantauan tim redaksi, lagu ini telah diunggah Iksan Skuter di platform layanan musik digital Spotify pada 2013 lalu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!