Anggun menegaskan, tugasnya saat itu hanya mengomentari peserta.
Meski mengomentari peserta dari Israel, bukan berarti dirinya menjadi pendukung zionis yang selama ini menyudutkan Palestina.
“Berpartisipasi dalam acara sebesar Eurovision Song Contest dan melakukan live Tweet tentang acara tersebut, dimana saya mengomentari lagu-lagu dan penyanyi dari banyak negara termasuk Israel, TIDAK MEMBUAT SAYA JADI PENDUKUNG POLITIK ISRAEL,” tulis Anggun.
Menurut Anggun, pihak-pihak yang berada di balik akun-akun tersebut jelas menjadikannya sebagai target kebencian.
Di akhir klarifikasinya, penyanyi kelahiran Jakarta ini menegaskan dirinya selalu menjunjung tinggi kemanusiaan di tengah konflik dunia yang saat ini terjadi.
“Saya tidak pernah mendukung politik Israel terhadap Palestina,” tegasnya.
Seolah memperkuat klarifikasinya, Anggun juga nampak mengunggah tangkapan layar jejak digital cuitannya pada 9 Juli 2014.
“Prayers for the loss of innocent lives in Gaza… #PeaceInTheMiddleEast,” bunyi cuitan Anggun pada 2014 silam.
Menurutnya, cuitan lawasnya tersebut setidaknya mampu memberi pemahaman bahwa dirinya tidak mendukung zionisme.
“Seharusnya ini sudah memberi pemahaman di sisi mana saya berpijak,” tulis Anggun melengkapi unggahan cuitan lamanya.
Tak hanya sekadar bicara, Anggun mengaku berdonasi sebagai bentuk dukungannya pada Palestina untuk melawan zionis Israel.
Unggahan Anggun ini pun banyak menuai komentar dari netizen.