Rasa sedihnya kian menjadi saat ia melihat anak pertamanya menghembuskan nafas terakhir di depan matanya.
“Cuma 15 detik dan saya lihat di depan mata saya, bayi, hilang, diambil oleh Tuhan,” ujarnya.
Bukan hanya itu, di tengah rasa duka yang mendalam, Fariz juga harus meninggalkan istrinya, Oneng Diyana yang sedang terbaring koma usai melahirkan anak pertamanya.
“Saat saya berangkat memimpin, Oneng, mantan istri saya itu belum tahu kalau anaknya meninggal, karena dia masih koma,” ujar Fariz dengan kesedihan yang kembali muncul.
Keinginan untuk atheis tersebut pun muncul saat Fariz memakamkan anak pertamanya.
“Saya nyaris Atheis, ketika saya memakamkan anak saya, kata-kata yang saya sampaikan pada Tuhan saat itu, ya Allah aku hadapkan wajah almarhum putra pertamaku kehadirat-Mu, tolong berikan aku keyakinan, alasan dan mukjizat agar aku tetap meyakini ini,” akunya.
Hingga akhirnya, 2 tahun setelah peristiwa terberat dalam hidupnya, Fariz mengaku mendapatkan jawaban atas ucapannya tersebut.
Pada tahun 1991, Fariz dikaruniai anak kembar yang diberi nama Ravenska Atwinda Difa dan Rivenski Atwinda Difa.
“Kadi kayak Tuhan ngomong ke saya, Lu mau mukjizat, nih gua kasih lu mukjizat,” imbuhnya lagi.***