SketsaNusantara.id - Marion Jola baru-baru ini menanggapi isu yang menyebutkan selebgram Fuji memiliki "aura Maghrib".
Istilah ini mulai viral di media sosial dan digunakan oleh beberapa netizen untuk mengomentari penampilan Fuji yang memiliki warna kulit lebih gelap.
Istilah "aura Maghrib" sendiri dianggap merendahkan oleh banyak pihak karena mengandung nuansa rasis dan body shaming.
Menanggapi hal ini, Marion Jola atau yang akrab disapa Lala, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap istilah tersebut. Lala menyebutkan bahwa istilah ini tidak pantas dan merendahkan, serta menekankan bahwa setiap orang cantik dengan caranya masing-masing.
"Maghrib itu bukannya cakep ya? Itu momen keluarnya sunset lho. Bahkan untuk muslim, maghrib itu waktunya buka puasa dan berdoa. Itu bagus banget lho, kenapa sekarang artinya jadi kotor hanya karena mulut netizen," kata Marion Jola, dilansir SketsaNusantara.id dari Instagtam @pembasmi.kehaluan.reall.
Fuji sendiri menanggapi ejekan tersebut dengan bijaksana dan humor. Ia menyebutkan bahwa dirinya tidak merasa terganggu dengan istilah itu dan bahkan menyebutnya sebagai sebuah pujian.
"Aura Maghrib ya, iya gak papa. Maghrib waktunya sholat, MasyaAllah Tabarakallah," ujar Fuji dalam sebuah kesempatan di media sosialnya.
Respon bijaksana Fuji terhadap komentar negatif tersebut mendapat banyak pujian dari netizen. Mereka menyebut Fuji cerdas dan memiliki sikap yang baik dalam menghadapi situasi tersebut.
"Pintar dan cerdas deh jawabannya Si Uti (Fuji). Masha Allah tabarakallah. Sukses selalu ya Uti cantik," tulis salah seorang netizen.
Sebutan "aura Maghrib" menjadi kontroversial karena mengindikasikan preferensi kecantikan berdasarkan warna kulit, yang dapat memperkuat stigma negatif dan diskriminasi. Banyak netizen yang mendukung Fuji dan mengkritik penggunaan istilah tersebut sebagai bentuk penghinaan.
Pada akhirnya, baik Marion Jola maupun Fuji menunjukkan bahwa setiap orang memiliki nilai kecantikan yang unik dan tidak harus tunduk pada standar kecantikan yang sempit. Tanggapan mereka terhadap isu ini menggarisbawahi pentingnya menerima dan menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk body shaming dan rasisme.***
Artikel Terkait
Betrand Peto Gagal Dapat Beasiswa Kuliah, Buntut Gosip Kedekatannya dengan Sarwendah?
Harumkan Momen Idul Adha 1445 H, 4 Deretan Selebriti Tanah Air Ini Kurban Sapi Hingga 1 Ton!
Netizen Protes ke Joko Anwar Nightmares and Daydreams Cuma 7 Episode, Ternyata Waktu Pembuatannya Gak Kaleng-Kaleng
Pasca Putus dengan Rizky Nazar Video Podcast Syifa Hadju dan Jefri Nichol Kembali Viral, Netizen: Please Jef Berlian Ambil Jef...
Trending, Nama Jusa Mendadak Ramai Diperbincangkan di Twitter Hingga Dikaitkan dengan Justin Hubner dan Sabreena Dressler, Ada Apa?
Curhatan Sedih Kehidupan Nabila Yoestino Setelah Ditinggal Ayahnya Tino Karno, Inilah Profil dan Karir Tino Karno di Industri Perfilman