SketsaNusantara.id – Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2025 di Kota Surabaya, yang dikenal sebagai Kota Pahlawan, diwarnai dengan rangkaian acara bertajuk "HE-RO-IS-ME".
Dimana salah satu agenda utama yang menarik perhatian adalah pemutaran film bertema perjuangan, yakni film "Sura Ing Baja".
Film Sura Ing Baja, juga kadang ditulis "Soera Ing Baja" atau "Suro Ing Baja" yang dalam bahasa Jawa memiliki arti berani menghadapi bahaya.
Pemutaran film ini sendiri digelar di Balai Pemuda Surabaya yang disebut berfungsi bukan hanya sekadar tontonan, tetapi merupakan medium edukasi sejarah yang efektif untuk menanamkan semangat kepahlawanan kepada generasi muda.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, film "Sura Ing Baja" adalah film yang mengangkat kisah heroik dan dramatis Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.
Film ini memuat sebuah peristiwa monumental yang menjadi titik balik perlawanan rakyat Indonesia terhadap upaya kembalinya penjajahan.
Secara harfiah, "Sura Ing Baja" (Suro Ing Baya) dalam bahasa Jawa memiliki arti "Berani Menghadapi Bahaya" atau "Berani dalam Ancaman".
Dimana dalam film ini berusaha menangkap semangat pantang menyerah arek-arek Suroboyo yang kala itu tanpa rasa gentar menghadapi pasukan sekutu.
Yang menarik adalah Film ini merupakan karya kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan komunitas pegiat sejarah lokal dan TVRI Jawa Timur.
Tujuannya kolaborasi ini sendiri adalah untuk mendokumentasikan dan memvisualisasikan sejarah Kota Pahlawan dengan cara yang menarik bagi generasi saat ini.
Salah satu fakta unik dan menarik dari film ini adalah keterlibatan langsung Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang turut berperan di dalamnya dimana Wali Kota Eri Cahyadi memerankan sosok Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno.
Sehingga peran simbolik ini disebut menambah nilai historis dan kebanggaan bagi warga Surabaya.