Selain menyoroti sisi penegakan hukum, Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang lebih humanis.
Ia menekankan bahwa tugas utama kepolisian bukan sekadar melakukan tindakan represif, melainkan menjadi pelindung dan pengayom bagi seluruh lapisan masyarakat.
Untuk itu Polri menurutnya tak boleh anti kritik sebagai bentuk demokrasi, namun juga keamanan dan demokrasi juga harus dijaga dari pihak berkuasa yang hendak merusak dari kepentingan, terutama kepentingan asing.
Dalam arahannya, Presiden juga memuji dedikasi Polri yang telah menjaga stabilitas keamanan nasional selama ini.
Namun, ia mengingatkan agar tantangan ke depan yang semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber hingga ancaman keamanan transnasional harus direspons dengan profesionalisme yang tinggi, didukung oleh penguasaan teknologi yang mumpuni.***