Setelah mengetahui korban tinggal seorang diri di kos, pelaku mulai menunjukkan keberanian dengan mengajaknya datang ke rumahnya yang berada di wilayah Bekonang.
Di lokasi tersebut, pelaku kemudian melancarkan aksi tak pantas terhadap korban. Awalnya, korban diminta masuk ke kamar pelaku untuk bekerja di dalam ruangan tersebut.
Bukan hanya itu, pelaku juga meminta korban untuk menginap. Dalam kesempatan tersebut, Panji Sukma mulai melakukan tindakan yang membuat korban merasa tidak nyaman, seperti mencium korban.
Seiring berjalannya waktu, tindakan Panji semakin berani. Ia mulai meminta foto pada bagian sensitif korban, melakukan pelecehan, hingga memperlakukan korban layaknya asisten rumah tangga dengan berbagai pekerjaan.
Koban juga mengungkap kebiasaan buruk Panji yang suka menampung air kencingnya di dalam botol dan disimpan di kamarnya.
"PS punya kebiasaan pipis di botol air mineral, karena dia malas ke kamar mandi yang berada di lantai 1. Botol berisi pipis itu sering dibiarkan di kamar hingga berminggu-minggu,"
Dikatakan korban bahwa Panji mulai mengirimkan foto-foto tidak senonoh kepada korban.
"PS pernah mengirim foto alat kelaminnya tanpa aku minta dan menseksualisasi tubuhku berkali-kali. Aku hanya bisa freeze,"
"Terkadang PS juga memaksaku untuk mengarahkan kamera ke payudara dan kemaluanku saat kami melakukan video call. Aku selalu menolak tetapi dia akan membentak,"
Hingga pada 3 November 2025, korban mengalami panic attack akibat trigger hubungan dengan pelaku.
"Pada malam harinya, aku langsung berangkat IGD. Aku pun berobat ke psikiater pada keesokan harinya," ujarnya.
2 hari berselang, pelaku menemui korban dengan dalih membicarakan arah hubungan mereka yang tidak wajar.
Pada saat itulah, Panji Sukma memperkosa korban. Panji memeluk dan mencium korban.
"memaksaku menyentuh penisnya. Aku menurut karena takut dan tidak punya daya menolak. Enak mana, k*ntolku atau psikiater?," ungkapnya menirukan ucapan Panji.
"Semua tanpa menanyakan persetujuanku. PS kemudian membuka bajuku, menciumi tubuhku, dan melakukan penetrasi saat aku belum siap. Aku sempat mengeluh sakit, tapi PS tidak peduli," tegasnya.