Ada 2 versi mengenai awal mula lahirnya perayaan Cap Go Meh.
Dalam versi pertama, perayaan Cap Go Meh diyakini merupakan inisiasi dari para biksu pada masa Dinasti Han.
Untuk menghormati Budha, para biksu ini menyalakan lampion dan menggantungnya di rumah-rumah.
Melihat hal tersebut, Kaisar Han Ming yang saat itu memimpin, meminta masyarakat untuk melakukan hal serupa.
Namun versi lain menyebutkan, perayaan Cap Go Meh berkaitan dengan legenda Kaisar Giok yang saat itu berencana membakar sebuah desa.
Kaisar Giok kesal lantaran burung bangau miliknya mati terbunuh oleh penduduk desa tersebut.
Namun rencana tersebut batal setelah seorang laki-laki bijaksana di desa tersebut menyuruh seluruh penduduk menyalakan lampion merah di sekitar rumahnya.
Kaisar Giok mengira, cahaya yang dihasilkan dari lampion merah tersebut merupakan api yang membara.
Kedua versi ini melahirkan tradisi menyalakan lampion merah saat Perayaan Cap Go Meh yang masih dilakukan hingga saat ini.
Tradisi lampion merah kini menjadi bentuk rasa syukur hingga wujud permohonan dan pengharapan orang Tionghoa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!